Thursday, May 23, 2013

it's tea with milk and sometimes they put toppings in it. this is life

ya begitulah hidup yah, bisa saya bilang era nya bubble tea lagi ngetrend lagi

cuma sekarang toppings yang tersedia beda beda, ga cuma bubble aja.

smakin banyak rasa yang ditawarkan atau smakin aneh toppings yang tersedia

disitulah orang orang mulai berkumpul , penasaran , ada yang mulai me favoritkan minuman tersebut

atau ada juga yang mulai berkenalan dgn rasa rasa baru yang sebelumnya belum pernah di coba

entah kenapa, saat ini, gue ngerasa kurang lebih begitu lah penjelasan dari arti kehidupan

in a simple way.



daripada having a quality time and having a nice conversation

with beloved friends, they rather went to someplace yang disebut sebut lagi trend, dan smua nya UNTUK

mempromosikan or rather memamerkan keberadaan mereka di restoran tersebut,

ato ada yg sibuk sesi poto poto makanan sampe kebetean sendiri saat ada salah satu temen yang ud

nyomot makanan itu dengan tidak sengaja merusak penampilan makanan tersebut.

ok. why is this issue become a problem in my mind, well basically lama kelamaan g ngerasa kita

mulai melakukan segala sesuatu nya sebagai objek utk di perhatikan/di pamerkan/ sebagai suatu

gambaran bagaimana kita mau dipandang oleh publik.


yah namanya juga jaman nya sosial media. segala sesuatu nya di jadikan pencitraan jadi diri.


i am not against all of those things that i mention above,

jadi gue ga mau di sambit pake batu kalo suatu hari di path gue, gue juga sering mention where i am at,

or what i am eating.

but, the BIG difference is, i am sharing those information to people that i consider as my close friends

or whom i feel comfortable sharing with.

ada yang bilang gue gila, norak, alay, ato lucu. whatever they think about me, gue ga mencoba utk menjual

ato mempromosikan sesuatu yang bukan 'diri gue'


tapi baru akir akir ini gue belajar, karena di bilang ALAY ama mantan gue, belajar untuk mikir,

kenapa sih, kita akirnya peduli banget apa yang orang lain pikirin tentang kita?? o oke so i gotta check in

or displaying my healthy lifestyle because because I WANT THEM TO SEE ME AS A HEALTHY 

PERSON, or, OH MAY GAWD i am so going to HANG OUT IN THIS BLA BLA RESTAURANT 

WITH MY ASIK GAUL BLA BLA FRIENDS. yang kece banget pas di poto gitu deh..

errr..

what ever happened to the world before social media happened?? LOTS ACTUALLY.

we hang out at our friends house, watching dvds together, or we go to the hair saloon together,

we talk about things that we would not forget, we laugh at something really funny and didn't really 

care about what's beeping at our mobile phone.


as i write this down, i was sitting at my favorite spot, at Gading serpong mall, favorite spot bagi gue adalah

tempat yang menyediakan TEH TARIK (tentunya) ato traditional coffee, tempat yang sepi ga terlalu rame

this is what i miss about my singapore days. a ME TIME to self reflect about what is happening to our

life lately, ato istilah nya buat ngaca, akir2 ini salah gue apa, atau saat saat dimana kita bs berfikir jernih 

mesti berbuat apa, dan untuk bersyukur. smuanya ini pasti kepikiran aja, saat kita punya waktu untuk diri

kita sendiri.

people who are afraid to be alone are the loneliest people in fact. those who use their alone time 

as a time to reflect, grateful and to observe are the most happy and joyful people in fact. in my 

opinion.


so what i was trying to say ; the world is changing my friend, gloriously, rapidly.

but it doesn't mean that it is for you to FOLLOW, to JUDGE, to put people under different categories.

NO NO.

ga punya path, ato ga suka mention lagi di gym, bukan berarti ga suka ke gym ato ga gaul. ato sebaliknya

 mention lagi di gym belom tentu nge gym! hayo! 

and quality time was rare to find. ayo, coba  lebih fokus ama 'pegi dengan siapa nya' daripada 'pegi kemana nya'

ato lebih fokus dengan 'kualitas pembicaraan nya' daripada 'pamer makanannya'

rasa yang di tawarkan dunia saat ini banyak loh. justru kalo kita terbawa kita akan bingung sebenernya

yang penting itu apa yang kita fikirkan ato apa yang publik fikirkan?

gue bersyukur, dengan usia yang lumayan tua ini gue masi bisa enjoy this so called new generation era in

my own way, dan gue juga punya my kind of 'OLD AND TRADITIONAL' me.

sebagai anak jakarta yang masi tetep pengen eksis, g demen pergi ke kafe kafe, DI HARI WEEKDAYS 

only karena menurut gue sabtu dan minggu penuh dengan anak2 abg yang lagi seneng seneng nya bergaul

dari mall ke mall

sedangkan untuk weekend gue lebih seneng di rmh baca buku, liat review review musik baru ato 

ke toko buku dan toko kaset kesukaan sambil ngeliatin strangers. HA!

gotta keep yourself the real you guys,

as much as i like cha time hazelnut milk tea, tetep gue ga bisa nolak teh tarik panas, dengan butter

sugar toast sebagai pendamping


atau, seberapa eksis nya gue di path / instagram / pinterest tetep gue ga bisa lepas dari yahoo.com.sg news ato

detik.com supaya ga ketinggalan berita

atau, seberapa keren nya social media yang beredar, gue masi tetep feel comfortable with my

so called PUBLIC DIARY yaitu blog ini lah.


people can say anything they want, but to be brave to say NO or SPEAK UP your mind is the only 


line that makes you stands out from others.



jadii bapa bapa ibu ibu, let'S stop speculating or judging yo. social media is another personality

yang untuk sebagian orang mgkn untuk mendisplay another side of him/her atau utk sebagian orang

cuma sebagai produk untuk mencerminkan jati diri mereka yang sesungguh nya.


but if you have to ask, bubble tea or teh tarik. definitely teh tarik, most of the time.

too many memories, too many love stories. :)

















eh, mendadak m

No comments:

Post a Comment